Hiking adalah aktivitas berjalan kaki yang di lakukan di alam terbuka, biasanya melalui jalur yang berada di kawasan perbukitan, pegunungan, hutan, lembah, atau daerah pedesaan. Hiking di lakukan dengan tujuan yang beragam, mulai dari Liburan Keluarga, Jalan-jalan, olahraga ekstrem, menikmati pemandangan alam dan bahkan sampai pertandingan skala internasional yang sering di lakukan oleh beberapa orang, tetapi pada dasarnya Hiking itu adalah hal yang selalu kita lakukan sejak dulu, dan ini adalah sejarah di balik hiking
SEJARAH HIKING
Kegiatan berjalan kaki menjelajahi alam sebenarnya sudah di lakukan manusia sejak zaman dahulu. Pada masa sebelum adanya kendaraan modern, berjalan kaki merupakan salah satu cara utama manusia berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun, kegiatan berjalan kaki di alam yang di lakukan secara khusus untuk rekreasi dan menikmati alam berkembang menjadi aktivitas yang di kenal sebagai hiking, kegiatan berjalan kaki menjelajahi alam sebenarnya sudah di lakukan manusia sejak zaman dahulu. berikut adalah urutan sejarah Hiking
1. Zaman Purba — sebelum manusia mengenal hiking
Jauh sebelum istilah hiking muncul, manusia sudah berjalan kaki menempuh jarak yang sangat jauh.
Pada masa manusia purba, berjalan merupakan bagian penting dari kehidupan. Manusia harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan:
- makanan
- air
- tempat berlindung
- wilayah berburu
- bahan untuk membuat alat
- tempat yang lebih aman dari ancaman
Mereka melewati berbagai medan seperti hutan, padang rumput, lembah, sungai, bukit, dan pegunungan.
Namun, kegiatan tersebut belum dapat disebut hiking karena tujuan utamanya adalah bertahan hidup, bukan rekreasi.
Perkembangan manusia dan kemampuan berjalan
Kemampuan berjalan dengan dua kaki (bipedalisme) menjadi salah satu perkembangan penting dalam evolusi manusia.
Australopithecus dan kemudian berbagai spesies dalam genus Homo telah mampu melakukan perjalanan dengan berjalan kaki. Seiring berkembangnya manusia, kemampuan berpindah tempat semakin besar.
Sekitar 1,8 juta tahun lalu, Homo erectus telah melakukan migrasi keluar dari Afrika ke wilayah Asia dan kemudian Eropa.
Perjalanan seperti ini tentu jauh berbeda dari hiking modern, tetapi secara historis menunjukkan bahwa kemampuan manusia menjelajahi lingkungan dengan berjalan kaki sudah sangat tua.
2. Zaman Pemburu-Pengumpul
Selama sebagian besar sejarah manusia, manusia hidup sebagai hunter-gatherer atau pemburu dan pengumpul.
Mereka tidak tinggal di satu tempat secara permanen.
Kelompok manusia berpindah mengikuti:
- musim
- keberadaan hewan buruan
- tumbuhnya tanaman
- sumber air
- kondisi lingkungan
Perjalanan tersebut bisa berlangsung selama berjam-jam bahkan berhari-hari.
3. Zaman Neolitikum — manusia mulai menetap
Sekitar 10.000 tahun lalu, sebagian manusia mulai beralih dari kehidupan berburu dan mengumpulkan makanan menuju pertanian dan peternakan.
Perubahan ini dikenal sebagai Revolusi Neolitikum.
Manusia mulai membangun:
- desa
- ladang
- tempat tinggal permanen
- jalur perdagangan
Walaupun kehidupan menjadi lebih menetap, berjalan kaki tetap sangat penting.
Manusia melakukan perjalanan menuju desa lain, ladang, hutan, sungai, dan wilayah pegunungan.
Pada periode ini mulai terbentuk jalur-jalur alami yang sering digunakan manusia.
Itulah Sejarah Hiking dari urutan masa purba, dan sekarang kita akan memasuki cara melakukan hiking dan apa saja yang harus di persiapkan. Perlengkapan yang dibutuhkan bergantung pada jenis dan tingkat kesulitan perjalanan. Untuk hiking ringan, perlengkapannya dapat cukup sederhana, seperti:
- Sepatu atau sandal khusus outdoor
- Tas ransel
- Air minum
- Makanan ringan
- Pakaian yang nyaman
- Topi atau pelindung dari matahari
- Jas hujan jika kondisi cuaca memungkinkan hujan
- Ponsel
- Senter atau headlamp
- Kotak P3K sederhana
Untuk perjalanan yang lebih jauh atau berlangsung beberapa hari, perlengkapan yang dibutuhkan akan bertambah, misalnya tenda, sleeping bag, alat memasak, pakaian tambahan, navigasi, dan perlengkapan keselamatan.
Hiking bukan sekadar berjalan
Hal yang menarik dari hiking adalah adanya unsur perjalanan dan pengalaman yang dimana Seorang pendaki tidak hanya berpindah dari titik A ke titik B, tetapi juga berinteraksi dengan lingkungan yang dilewati.
Selama perjalanan, orang dapat belajar mengenali kondisi alam, membaca jalur, mengatur tenaga, mengelola persediaan air dan makanan, serta mengambil keputusan ketika menghadapi perubahan cuaca atau kondisi medan.
Hiking juga mengajarkan seseorang untuk menghargai alam. Karena kegiatan ini di lakukan langsung di lingkungan alami, seorang hiker perlu menjaga kebersihan, tidak merusak tanaman, tidak mengganggu satwa, serta membawa kembali sampah yang di hasilkan.
Kesimpulan